Menurut Kantor Berita ABNA, Al Akhbar, Rabu (17/3/2021) melaporkan, pemerintah Yaman mengetahui dengan baik keterlibatan Amerika Serikat dalam agresi militer terhadap rakyat Yaman, dan mereka tidak berharap Washington akan menurunkan level tuntutannya bagi Ansarullah.
Menurut surat kabar Lebanon itu, seperti biasanya kalkulasi Saudi terbukti keliru setelah pasukan Yaman meraih sejumlah kemenangan berarti di Marib. Militer dan komite rakyat Yaman saat ini juga sudah merebut kontrol Provinsi Taiz, dan sedang bergerak ke Hajjah.
Sumber pemerintah Yaman mengatakan, negara-negara Barat terutama AS sudah sejak lama berusaha menghentikan operasi militer dan komite rakyat Yaman di Marib, namun Sanaa sama sekali tidak menganggap penting upaya tersebut, dan terus maju.
Al Akhbar menulis, AS sebelumnya mengira skenario militer pasukan koalisi Saudi, dan hubungan Riyadh dengan suku-suku serta kelompok teroris di Marib, akan mencegah jatuhnya provinsi itu, namun sepertinya keliru. (HS)
342/